Langsung ke konten utama

Postingan

Berhenti Berfikir

  Belakangan ini saya mulai menganggap banyak orang yang gagal dalam berpikir, termasuk saya yang tidak habis pikir, bagaimana bisa seorang yang jelas-jelas berstatus sebagai tersangka justru dibela oleh para pengikutnya, hingga ayahnya yang notabene seorang pemuka agama yang pastinya mempunyai nama baik dan tersohor dilingkungan tempat tinggalnya Minggu ini saya dibuat tidak habis pikir hingga gagal berpikir oleh berita pencabulan yang dilakukan disekolah yang notabene berbasis agama. Gilanya, yang melakukan pencabulan adalah anak seorang pemuka agama yang mungkin disegani diwilayah tersebut. Bahkan ada video yang beredar dimana pemuka agama tersebut meminta kepada polisi yang datang agar anaknya tidak ditangkap (lha ??). Keterkejutan saya tidak hanya sampai dititik itu. Beberapa hari kemudian diberitakan kalau kepolisian sampai harus mengepung pondok pesantren selama beberapa jam untuk melakukan penjemputan kepada tersangka, bahkan ada polisi yang sampai harus disiram air pan...

Mencari Pengganti Otamendi.

Valencia kehilangan Otamendi. Mungkin memang setahun sudah Valencia di tinggal Nicolas Otamendi yang memilih hijrah ke Manchester City dengan nilai transfer yang hamper 3 kali dari harga belinya, hanya saja dalam kurun waktu setahun itu, Valencia belum bisa menenukan pengganti dengan kemampuan yang sepadan untuk bek asal Argentina tersebut Ketika Otamendi pergi, Valencia bergerak cepat umtulk menutup lubang yang di tinggalkan oleh Otamendi dengan mendatangkan 2 pemain belakang sekaligus, Aymen Abdennour dan Aderllan Santos. Hanya saja kedua pemain tersebut kualitasnya masih jauh dari yang di harapkan. Skhodran Mustafi yang menjadi pilar pertahanan Valencia di musim sebelumnya bersama Otamendi pun haris berkali kali beradaptasi dengan partner barunya di lini belakang yang terus menerus berganti, mulai dari Abdennour, Aderllan Santos, hingga Ruben Vezo. Di bursa transfer kali ini pun Direktur Tehnik Valencia yang di ketua Suso Garcia Pitarch tak henti hentinya mencari deretan...

Gelap

https://henridaros.wordpress.com/2013/06/26/kunang-kunang-kusangka-api/ Berjalan di gunung, mendaki bukit dan menelusuri hutan sejujurnya bukanlah hobiku, kalau boleh jujur aku lebih memilih bermain air di pantai kotor yang airna coklat mirip air sungai, di banding harus berjalan di atas tanah merah yang lengket, dengan jalan yang menanjak.   Hanya saja ketika kau yang meminta, rasannya sulit untuk tak meluluskan. “Temenin ya.. please.” Ujarmu kala itu sambil memperlihatkan deretan gigi kawatmu. Ekspresimu lucu, mirip seperti anak 5 tahun yang sedang meminta permen. Aku ingat, hari itu aku tak mengangguk, aku hanya mengangkat kedua alisku dan lalu menarik nafas sedalam yang kubisa, yang kemudian langsung kau sambut dengan teriakan ‘hore’ sambil berterimakasih dan tersenyum melihatku, -yang untungnya tak kau lanjutkan dengan meneriakkan namaku, mirip cheer leaders di kampus- “Mencari cahaya.. “ begitu katamu ketika aku menanyakan alasan mengapa kau ingin pergi ke gu...

Kebebasan

Apa arti kebebasan jika ternyata masih mengekang ??   Hmm.. coba tanyakan itu pada layang layang, yang dapat terbang bebas dan menari dengan indahnya di awan. Ia terlihat bebas, namun sesungguhnya ia terkekang oleh seutas benang yang hampir tak kelihatan. Kebebasan menunjukkan keinginan, sebuah ekspresi, hingga ekspektasi yang tak pernah bertepi. Sebuah keinginan tak mengenal batasan, sebuah ekspresi hanya menunjukkan jati diri, dan ekspektasi menunjukkan mimpi. Begitulah sebuah kebebasan yang seharusnya mengenal tujuan, bukan tanpa sebuah alasan. Tapi.. Apa artinya kebebasan, tanpa sebuah aturan ?? Bukankah sebuah layangan tetap membutuhkan seutas tali untuk bisa terbang ?? Ia akan jatuh menukik tak berarah dan menyangsang ke genting orang jika ia kehilangan seutas benang yang mengarahkan dan mengaturnya untuk terbang. Jangan menggambakan kebebasan seperti yang di rasakan seorang narapidana yang berhasil meloloskan diri dari penjara untuk menghirup udar...

Keping Mata Uang

Sifat manusia itu seperti keping mata uang dengan dua sisi yang bertolak belakang. Tak pernah dipertemukan, namun di persatukan dalam satu keping kehidupan, dengan sebuah emosi dan pikiran. Kadang, mereka yang terlihat tertawa riang butuh diam, butuh ketenangan. Hal yang mungkin tak ditonjolkan, namun mengendap jauh di dalam, terselubung dan enggan untuk di keluarkan. Entah itu karena dianggap memalukan, atau mungkin karena sebuah alasan yang tak bisa di ungkapkan. Mirip kepalsuan ?? Atu mungkin dagelan ?? Bukan.. Itu hanya sifat yang terpendam jauh di dalam, ia bergerak perlahan, menunggu waktu yang tepat untuk di keluarkan, lalu di hanyutkan dalam ruang gelap bernama kesendirian, untuk memandang lebih jauh arti dari sebuah pertanyaan pertanyaan yang terkadang lewat dalam pikiran, menganggu, selalu ingin di bantah namun tak pernah terelakkan.. Dan pada akhirnya, hakikat itu mengatakan bahwa setiap manusia butuh ketenangan, bermeditasi dalam ruangnya sendiri, un...

Jarak..

Salahkah jika pertemanan mulai bercampur dengan perasaan.. Mengaduk emosi sehingga tak jarang merusak hubungan.. Membuat sebuah kesalahan yang termaafkan Tapi mungkin tak terlupakan... Kesalahan yang terjadi karena adanya kekecewaan Sebuah kekecewaan yang di tambah dengan kebodohan dan sikap kekanakan Menjadikannya hubungan pertemenan yang bersekat Walau mungkin tak terlihat secara kasat. Dan membuat sebuah jarak. Jarak.. Sebuah jeda yang membuat kita terus berfikir dan bergerak Ya, mungkin jaraklah yang akan menjadikan kita dewasa Membuat kita terus bertumbuh dan semakin bermakna Sebuah jarak… Yang membuat kita terus mengoreksi diri... Dari sebuah kata yg bernama memori.. Sebuah memori yang di harapkan akan terjadi kembali Entah itu di waktu lain Atau mungkin dengan orang lain. Seindah apapun huruf terukir, dapatkah ia bermakna jika tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi? –Dee- Inspi...

Kekuatan Doa

“Jangan pernah ngeremehin kekuatan doa” Ya, itu adalah sebaris kalimat yang keluar dari mulut atasan saya kemarin. Satu kalimat yang cukup untuk membuat saya berpikir tentang diri saya betapa egois dan sombongnya saya yang tak pernah melibatkanNya dalam satu permasalahan ini. Satu kalimat yang membuat   saya bertanya kembali : seberapa Kristen saya ?? http://www.cahayapengharapan.org/old/artikel/texts/ciri_orang_yang_menghayati_doa.htm Hmmm.. ya, dalam beberapa bulan terakhir ini, kepala saya memang sedang di penuhi berbagai tanya dan persoalan. Sebenarnya cuma 1 hal, hanya saja merembet dan meluas. Mulai dari perhitungan untuk masa depan, investasi, birokrasi, perijinan, hingga hal yang sangat baru bagi saya yang bernama pinjaman dan hutang. Beberapa hal yang terus menjadi pertanyaan yang selalu saya pikirkan melalui logika dan berbagai perhitungan, antara untung atau buntung, sanggup atau tidak sanggup Sombong ??  Ya, saya sombong ketika tida...

Doa..

Tuhan, dengan segala hormat dan kerendahan hati ini, aku bertanya padaMU Akankah aku terus di sini ?? Entah di tempat ini ?? Atau di bidang ini ?? Bekerja hanya untuk sesuap nasi, tanpa pernah berfikir untuk berinovasi dan memajukan diri. Ya, Engkau pasti tahu kalau aku tak pernah menyukai pekerjan ini, walau mungkin aku pernah berkata padaMu kalau ini ibarat seperti mimpi, Adakah sebuah pekerjaan untukku ?? Yang membuatku berani untuk berinvestasi pada diri sendiri ?? Membuatku mencintai apa yang kulakukan nanti Satu sisi aku tahu, bahwa pekerjaan yang kudapat ini tak lepas dari campur tanganMu, bukannya aku bermaksud mengkambinghitamkanMu. Tapi aku percaya itu. Tuhan… Bantu aku menghilangkan pikiran pikiran yang membuatku menjadi pendengki, ingatkanku untuk mensyukuri hal hal kecil yang Engkau berikan setiap hari. Nafas hari ini, kehidupan, hingga terang nya matahari yang masih bisa ku lihat Buatku menjadi manusia yang mau bersandar sepenu...